contoh laporan pencemaran lingkungan di sekitar pabrik tahu

LAPORAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

PENCEMARAN DI SEKITAR PABRIK TAHU

Disusun oleh :

  1. Heru Setyaningsih             (03)

2. Krisnawati                         (13)

3. Menik Rahayu                            (22)

4. Ratri Nurdiana                            (35)

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 1 SRAGEN

TAHUN PELAJARAN 2010/2011

LOKASI DAN WAKTU

Untuk mendapatkan informasi dalam penyusunan laporan ini, kami melakukan beberapa observasi secara langsung maupun dengan wawancara kepada pengelola industri. Adapun pengamatan / observasi telah kami laksanakan pada :

Lokasi               : Pabrik Tahu (sentra Pembuatan Tahu)

Desa Teguhan, Sragen Wetan

Waktu               : Senin, 5 April 2010

Dan dari hasil pengamatan kami, kami telah menemukan beberapa informasi mengenai pencemaran yang terjadi di daerah sekitar pabrik tersebut yang akan kami paparkan di halaman berikutnya.

 PENDAHULUAN

Limbah cair industri pangan merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan. Jumlah dan karakteristik air limbah industri bervariasi menurut jenis industrinya. Contohnya adalah industri tahu dan tempe. Industri tahu dan tempe mengandung banyak bahan organik dan padatan terlarut. Untuk memproduksi 1 ton tahu atau tempe dihasilkan limbah sebanyak 3.000 – 5.000 Liter. Sumber limbah cair pabrik tahu berasal dari proses merendam kedelai serta proses akhir pemisahan jonjot-jonjot tahu.

Pada umumnya penanganan limbah cair dari industri ini cukup ditangani dengan system bilogis, hal ini karena polutannya merupakan bahan organic seperti karbohidrat, vitamin, protein sehingga akan dapat didegradasi oleh pengolahan secara biologis. Tujuan dasar pengolahan limbah cair adalah untuk menghilangkan sebagian besar padatan tersuspensi dan bahan terlarut, kadang-kadang juga untuk penyisihan unsur hara (nutrien) berupa nitrogen dan fosfor

Pabrik Tahu seringkali belum ditangani secara baik sehingga menimbulkan dampak terhadap lingkungan.Salah satunya dampak limbah-bau limbah cair dan padat. Limbah tahu mengandung protein tinggi sehingga konsekuensinya menimbulkan gas buang berupa Amoniak/ Nitrogen dan Sulfur yang tidak sedap dan mengganggu kesehatan. Sampai saat ini resiko bau ini masih belum ada jalan keluarnya sedangkan di sisi lainnya produk tahu sudah merupakan makanan Favorit yang hampir harus selalu ada dalam konsumsi masyarakat kecil sampai dengan masyarakat golongan atas. Dampak negatif yang ditimbulkan pabrik tahu ini mengancam keberlangsungan usaha dan lebih lanjut terhadap ketersediaan tahu bagi masyarakat, karena terancam tutup / dilarang operasi. Jalan lain yang dapat dilakukan biasanya dengan menalakukan relokasi pabrik yang bertakibat pada meningkatnya biaya produksi dan harga tahu.

Limbah industri tahu adalah limbah yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu maupun pada saat pencucian kedelai. Limbah yang dihasilkan berupa limbah padat dan cair. Limbah padat belum dirasakan dampaknya terhadap lingkungan karena dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, tetapi limbah cair akan mengakibatkan bau busuk dan bila dibuang langsung ke sungai akan menyebabkan tercemarnya sungai. Limbah cair yang dihasilkan mengandung padatan tersuspensi maupun terlarut, akan mengalami perubahan fisika, kimia, dan hayati yang akan menghasilkan zat beracun atau menciptakan media untuk tumbuhnya kuman dimana kuman ini dapat berupa kuman penyakit atau kuman lainnya yang merugikan baik pada tahu sendiri ataupun tubuh manusia. Bila dibiarkan dalam air limbah akan berubah warnanya menjadi coklat kehitaman dan berbau busuk. Bau busuk ini akan mengakibatkan sakit pernapasan. Apabila limbah ini dialirkan ke sungai maka akan mencemari sungai dan bila masih digunakan maka akan menimbulkan penyakit gatal, diare, dan penyakit lainnya.

Dalam proses pembuatan tahu menghasilkan dua jenis limbah, yaitu limbah padat dan limbah cair. Limbah padat atau yang sering kita sebut ampas tahu dapat diolah kembali menjadi oncom atau dapat dimanfaatkan sebagai makanan ternak, seperti ayam, bebek, sapi, kambing dan sebagainya.

HASIL PENGAMATAN

Setelah melaksanakan kegiatan observasi, kami mendapatkan informasi-informasi yang berkaitan dengan pencemaran-pencemaran yang terjadi di lingkungan sekitar pabrik tersebut, yang ternyata tidak hanya disebabkan dari pabrik tahu tapi juga ada sebab-sebab lain.

Adapun informasi-informasi pencemaran linkungan tersebut diantaranya adalah :

  1. 1.             PENCEMARAN AIR

Pencemaran air adalah pencemaran yang disebabkan oleh masuknya partikel-partikel ke dalam air sehingga mempengaruhi pH normal pada air.

  1. Penyebab-penyebab pencemaran air di sekitar pabrik tahu tersebut antara lain:

Penyebab Utama :

  • Limbah dari bekas air pencucian bahan baku pembuatan tahu
  • Limbah cair dari proses pengolahan bahan baku ( kedelai, dll)
  • Limbah padat berupa ampas dari pengolahn tahu.

Penyebab lain :

  • Limbah dari rumah tangga (bekas cucian piring, cucian baju, dll) di sekitar pabrik
  • Air bekas untuk memandikan ternak yang berada di sekitar lokasi observasi.
  • Banyak warga yang membuang sampah rumah tangga ke sungai.
  1. Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh adanya pencemaran air di sekitar pabrik tersebut antara lain :
  • Keadaan air sungai menjadi kotor dan keruh.
  • Menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga mengganggu pernapasan warga di sekitarnya.
  • Banyak biota sungai yang mati
  • Air di sungai tempat pembuangan limbah menjadi tergenang akibat sampah.
  • Warga yang mempergunakan air, banyak yang terkena penyakit gatal-gatal dan diare.
  • Merusak pemandangan / mengurangi nilai keindahan.
  • Mencemari sumur warga.

Berikut adalah gambar-gambar yang kami ambil yang berkaitan dengan pencemaran air di daerah tersebut :

  1. 2.             PENCEMARAN UDARA

Selain terjadi pencemaran air, ternyata di daerah tersebut juga terjadi pencemaran udara.

  1. Penyebab-penyebab pencemaran udara dari pabrik tahu tersebut antara lain :
  • Asap dari pengolahan tahu.
  • Asap dari sekam padi yang sering digunakan sebagai bahan bakar.
  • Asap dari kayu bakar.
  • Aroma dari bahan baku tahu yang mengandung amonia.
  1. Akibat-akibat yang muncul dari pencemaran udara, antara lain :
  • Terganggunya pernapasan.
  • Dinding-dinding pabrik berubah warna menjadi hitam akibat asap kayu bakar.
  • Menyebabkan sesak napas, mual, dan lain-lain.
  1. 3.             PENCEMARAN TANAH

Saat kami melakukan observasi di daerah tersebut kami menemukan / melihat adanya pencemaran tanah yang berada dekat dengan pabrik tahu tersebut. padahal tempat tersebut bukanlah tempat pembuangan sampah.

  1. Penyebab-penyebab dari terjadinya pencemaran tanah :
  • Banyak warga yang membuang sampah rumah tangga mereka di tempat tersebut.
  • Tempat tesebut juga dijadikan tempat pembuangan kotoran hewan.
  • Limbah padat tahu banyak yang dibuang di tempat tersebut dan dibiarkan begitu saja.
  • Banyak warga yang tidak peduli dengan kebersihan di lingkuangn tersebut.
  1. Akibat-akibat dari pencemaran tanah, antara lain :
  • Merusak pemandangan dan mengurangi keindahan daerah tersebut.
  • Timbul bau yang tidak sedap dari sampah tersebut.
  • Sedikit flora yang tumbuh.

PENUTUP

Demikian yang dapat kami sampaikan dalam laporan ini, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua orang. Kami menyadari bahwa masih ada banyak kesalahan dalam laporan ini. Untuk itu kami mohon dukungan, kritik, dan saran yang membangun dari semua pihak.

Terima Kasih

About these ads

6 gagasan untuk “contoh laporan pencemaran lingkungan di sekitar pabrik tahu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s